Rangkaian Dioda
2.1 Pendahuluan
Penerapan dioda semikonduktor dalam
bidang elektronika sangatlah luas. Hal
ini karena sifat dioda yang sangat mendasar yaitu hanya dapat melewatkan arus
dalam satu arah saja. Rangkaian
penyearah merupakan penerapan dioda yang sangat penting untuk dibahas lebih
dahulu. Sesuai dengan bentuk gelombang outputnya, maka
penyearah terdapat dua macam yaitu setengah gelombang dan gelombang penuh.
Rangkaian pemotong dan penggeser
merupakan penerapan lain yang juga
banyak digunakan dalam teknik pulsa.
Jenis dioda semikonduktor yang khusus dioperasikan pada bias mundur yang
pada titik break-down-nya sering disebut dengan dioda Zener. Zener ini merupakan inti dari rangkaian
penyetabil tegangan. Disamping itu juga
dibahas beberapa macam rangkaian pelipat tegangan.
2.2 Penyearah setengah gelombang
Prinsip kerja penyearah setengah
gelombang adalah saat
diode mendapat input sebagai berikut
Gambar 2.1
Pada
saat diode mendapat arus dari transformator, maka diode tersebut mendapat arus
bias maju sehingga LED bisa menyala. Oscilloscope menunjukkan bagaimana peak to
peak diode dengan power 10 volt dengan frekuensi 50 Hz . Resistansi dioda pada saat ON (mendapat bias maju) umumnya nilainya lebih
kecil dari (R1). Pada saat dioda OFF (mendapat bias
mundur) resistansinya besar sekali atau dalam pembahasan ini dianggap tidak
terhingga, sehingga arus dioda tidak mengalir atau i = 0.
Arus yang mengalir ke beban terlihat pada gambar 2.1 bentuknya sudah searah (satu arah) yaitu positip semua. Apabila arah dioda dibalik, maka arus yang
mengalir adalah negatip. Frekuensi sinyal keluaran dari penyearah setengah
gelombang ini adalah sama dengan frekuensi input (dari jala-jala listrik) yaitu
50 Hz.
Karena jarak dari puncak satu ke puncak berikutnya adalah
sama.
2.3 Penyearah gelombang penuh
Gambar 2.3
Rangkaian penyearah gelombang penuh ada
dua macam, yaitu dengan menggunakan
trafo CT (center-tap = tap tengah) dan dengan sistem jembatan. Gambar 2.3 menunjukkan rangkaian penyearah gelombang penuh dengan
menggunakan trafo CT.
Terminal skunder dari Trafo CT
mengeluarkan dua buah tegangan keluaran yang sama tetapi fasanya berlawanan
dengan titik CT sebagai titik tengahnya.
Kedua keluaran ini masing-masing dihubungkan ke D2 dan D3, sehingga saat
D2 mendapat sinyal siklus positip maka D3 mendapat sinyal siklus negatip, dan
sebaliknya. Dengan demikian D2 dan D3
hidup- nya bergantian. Namun karena arus i2 dan i3 melewati tahanan beban (RL) dengan
arah yang sama, maka iL menjadi satu arah (gambar 2.3 c).
Terlihat dengan
jelas bahwa rangkaian
penyearah gelombang penuh
ini merupakan gabungan dua buah
penyearah setengah gelombang yang hidupnya bergantian setiap setengah
siklus. Sehingga arus maupun tegangan rata-ratanya adalah dua kali dari
penyearah setengah gelombang.
2.4 Penyearah gelombang penuh sistem jembatan
Penyearah gelombang penuh dengan sistem jembatan ini bisa
menggunakan sembarang trafo baik yang CT maupun yang biasa, atau bahkan bisa
juga tanpa menggunakan trafo.rangkaian dasarnya adalah seperti pada gambar 2.4
Gambar 2.4
Prinsip kerja rangkaian penyearah gelombang penuh sistem
jembatan dapat dijelaskan melalui gambar 2.4 (a). Pada saat rangkaian jembatan
mendapatkan bagian positip dari siklus sinyal ac, maka (gambar 2.4 a):
- D5 dan D2 hidup (ON), karena mendapat bias maju
- D3 dan D4 mati (OFF), karena mendapat bias mundur
Sehingga arus i1 mengalir melalui D2, RL, dan D5.
2.5 Rangkaian Clipper (pemotong)
Rangkaian clipper (pemotong) digunakan
untuk memotong atau menghilangkan sebagian sinyal masukan yang berada di bawah
atau di atas level tertentu. Contoh
sederhana dari rangkaian clipper adalah
penyearah setengah gelombang.Rangkaian ini
memotong atau menghilangkan
sebagian sinyal masukan di atas atau di bawah level nol.
Secara umum rangkaian clipper dapat
digolongkan
menjadi dua,yaitu: seri dan paralel. Rangkaian clipper seri berarti diodanya
berhubungan secara seri dengan beban, sedangkan clipper paralel berarti
diodanya dipasang paralel dengan beban.Sedangkan untuk masing-masing jenis
tersebut dibagi menjadi clipper negatip (pemotong bagian negatip) seperti pada gambar
2.5 dan clipper positip (pemotong bagian positip) seperti pada gambar
2.6
Gambar 2.5
Gambar 2.6
Rangkaian Clamper
Rangkaian Clamper (penggeser) digunakan untuk menggeser suatu sinyal ke level dc yang lain. Untuk membuat rangkain Clamper minimal harus mempunyai sebuah kapasitor, dioda, dan resistor, disamping itu bisa pula ditambahkan sebuah baterai. Harga R dan C harus dipilih sedemikian rupa sehingga konstanta waktu RC cukup besar agar tidak terjadi pengosongan muatan yang cukup berarti saat dioda tidak menghantar. Dalam analisa ini dianggap didodanya adalah ideal. Sebuah rangkaian clamper sederhana (tanpa baterai) terdiri atas sebuah R, D, dan C terlihat pada gambar berikut.
Gambar diatas adalah rangkaian clamper sederhana dengan gelombang kotak yang menjadi sinyal input rangkaian. Pada saat 0 – T/2 sinyal input adalah positip sebesar +V, sehingga Dioda menghantar (ON). Kapasitor mengisi muatan dengan cepat melalui tahanan dioda yang rendah (seperti hubung singkat, karena dioda ideal). Pada saat ini sinyal output pada R adalah nol seperti terlihat pada ilustrasi rangkaian clamper. Kemudian saat T/2 – T sinyal input berubah ke negatip, sehingga dioda tidak menghantar (OFF) (gmbar ilustrasi clamper dioda kondisi open). Kapasitor membuang muatan sangat lambat, karena RC dibuat cukup lama. Sehingga pengosongan tegangan ini tidak berarti dibanding dengan sinyal output. Sinyal output merupakan penjumlahan tegangan input -V dan tegangan pada kapasitor -V, (gambar sinyal output clamper). Terlihat pada gambar sinyal output clamper diatas bahwa sinyal output merupakan bentuk gelombang kotak (seperti gelombang input) yang level dc nya sudah bergeser kearah negatip sebesar -V. Besarnya penggeseran ini bisa divariasi dengan menambahkan sebuah baterai secara seri dengan dioda. Disamping itu arah penggeseran juga bisa dibuat kearah positip dengan cara membalik arah dioda. Beberapa rangkaian clamper negatip dan positip dapat dilihat pada gambar contoh clamper positif dan negatif diatas.







